karena pengalaman adalah guru terbaik bagi kita..... maka dari itu saya pengen share ke anda.
Mungkin beberapa pembaca merasa berontak dengan judul
ada yang marah,beringas dan tak terima dengan artikel ini.
silahkan anda melakukan sebebas apa yang bisa anda lakukan setelah membaca artikel ini sampai habis...
Suatu kejadian telah menimpa saya,diluar akal manusia sebagai ciptaan Tuhan.Share
Sebelumnya saya pernah berhubungan dengan seorang manusia yang indah di mata saya,yaaa jelas dia adalah ciptaan-ya yang diturunkan ke dunia ini melalui orang tuanya..
Tanpa merasa munafik dan mengagungkan manusia,memang benar dia indah adanya...
"Masyallah,benar-benar indah ciptaan Mu ya Tuhan"
Ada banyak hal yang dia ajarkan pada ku
dia mengajarkan aku apa itu ketenangan hidup
dia memberikan ku semangat dikala ku jatuh.
Anda semua pernah merasakan seperti saya,dimana Cinta berjalan tanpa ada nafsu untuk memilikinya.
Tutur kata yang halus,perawakan yang anggun dan perilaku sopan sangat berbeda dengan saya yang arogan dan slengek'an.
Namun perbedaan itu tak mampu menghilangkan rasa sayang dari seorang anak manusia.
Ada satu hal yang menjadi nilai lebih di mata saya sekaligus menjadi pedang yang menancap di dada saya.
Dia seorang gadis yang penurut pada orang tua,apapun dia lakukan agar orang tuanya bahagia dan poin itu juga yang membuat dia "lebih" diantara mantan2 saya.
Tanpa mau peduli dengan waktu,kami pun menjalani segalanya dengan semestinya tanpa harus melanggar apa yang seharusnya tidak dilanggar.
Namun seiring waktu berjalan,timbul sebuah kegundahan dan kekhawatiran yang entah dari mana asalnya.
Orang tuanya cemas melihat anaknya yang selalu bersama dengan saya
mereka menjadi berang dan marah,takut kalau anaknya salah memilih jalan.
Dengan alasan perbedaan kenyakinan atau perbedaan agama,orang tuanya memaksakan kehendak untuk memisahkan kami.
Dengan sekeras tenaga saya coba mendekati orang tua nya. Tapi seakan saya berjuang sendiri,karena dia tak tega melihat orang tuanya yang uda tua untuk membantu saya meyakinkan mereka.
Seperti yang diduga,kami tetap tidak direstui ! padahal agama saya juga agama samawi,sama dengan agama nya. Tuhan yang kami sembah pun sama.
Kalo seandainya saya menganut agama bakar lidi yang mengharuskan umatnya tiap pagi bakar lidi sambil komat-kamit di depan toko pinggir jalan supaya dagangan nya laris its ok,...saya terima karena yang kami sembah berbeda. Satu menyembah Tuhan,satu lagi nyembah matahari.
Akhirnya.....yaa gak seperti kisah di pelem2 produk barat dimana anak mudanya hidup bahagia.
Setengah ikhlas kami berpisah dan sumpah dari segala sumpah saya berkata jujur belum bisa move on saat artikel ini saya buat.
Lantas saya berpikir,kenapa mesti seperti ini jadinya ?
Saya yakin,semua agama di dunia ini setuju bila saya berkata "di mata Tuhan kita itu sama tak peduli kau dari ras apa,dari keluarga apa atau pun dari tingkat ekonomi macam apa"
Agama diciptakan untuk memuji sang Pencipta,jika di mata sang Pencipta kita sama,kenapa orang tua harus membeda-bedakan ?
tuhan mana yang mereka sembah ? cara beragama yang sesat. :fuck
